Jreng! Hari Untukmu

Entah kenapa, diri ini sudah mengklaim sukaak sama Rocket Rockers sejak SMA. Padahal tau lagunya juga cuma sedikit, “Ingin Hilang Ingatan” dan “Hari Untukmu” (yang ini emang nampol banget lagunya). Karena tau band itu dari radio, rasanya girang aja saat liat mereka muncul di TV, sampai nunggu-nunggu tayangnya. Sampai nge-like page Facebook nya juga. Orohmeen.. Setelah itu, ya udah aja. Suka2 doang tapi gak selebey sukanya diriku dengan boyband Korea. Tapi emang masih suka banget kalo dengerin lagu “Hari Untukmu”. Enyaaak banget soalnya.

Naaaah.. terereret, beberapa tahun kemudian..

JRENG! Saya sudah kuliah dan berada di dalam lingkungan yang aduhaiii kondusif untuk saling mengingatkan. Saya udah tau buruk2nya suka sama artis2 kagak jelas ini.

JRENG!! Sekitar Oktober 2012, saya jadi panitia stand BKI pas Fikom Day. Fikom Day adalah hari di saat para UKM berlomba-lomba tampil kece dalam bentuk stand untuk menarik hati para maba. Biar maba berlomba-lomba juga untuk daftar keanggotaan di stand UKMnya. BKI tak mau ketinggalan dong *kayak yamaha. Kita menghias dan mengonsep stand sesasik mungkin dan berusaha mengajak maba buat nabung kebaikan dengan ikut BKI. Di Fikom Day, seperti biasa selalu ada panggung. Artisnya siapa cobak? Rocket Rockers!!

Rocket Rockers kebagian tampil saat stand udah bubar. Setelah stand bubar, tiba saatnya evaluasi bagi panitia stand BKI. Tempatnya di spot paling adem di Fikom, yaitu masjid Al-Wushul. Hati udah kaya kebagi dua. Antara evaluasi atau ikutan nonton RR di halaman depan. Karena evaluasi belum mulai, aye nekat ke depan dulu nonton2 Rocket Rockers. Sayang, pas yang dinyanyiin bukanlah favorit saya (karena emang ga ngerti lagunya sih). Hingga akhirnya saya di sms untuk segera ikutan evaluasi.

Sambil evaluasi, “lantunan” lagu dari Rocket Rockers tetap terdengar. Makin geregetan pas lagu Ingin Hilang Ingatan diputar. Jiwa muda nan kelam jadi terangkat lagi. Ditambah-tambah, menyusul lagu “Hari Untukmu”. Aaaaaa lagu favorit ini, diputar secara live! Dan hanya ga nyampe 100 meter dari tempatku duduk. Tapi gak ahsan juga kalau saya meninggalkan evaluasi nan berkah ini dan malah kabur ikut jejingkerakan seperti…. Seperti apa ya.  Akhirnya hanya bisa meronta dalam hati dan dalam twitter.

Gambar

JRENG! Sekitar februari atau maret 2013, saya liat publikasi kajian ustadz Salim A Fillah. Aaaaa ini juga ustadz favorit yang keren, yang tulisan-tulisan di bukunya selalu bikin hati tergores-gores. Dari dulu, selalu saya melewatkan kesempatan hadir dalam kajiannya. Kali ini ga boleh kelewat! Pengen denger langsung kalau dia menyampaikan kata2 dalam bentuk lisan kaya gimana. Pengen banyak nanya juga gitu sih sebenernya. JRENG! Tak hanya Salim ternyata pembicaranya. Tapi sama Ucay, mantan vokalis Rocket Rockers. Tunggu! Eh udah mantan? Berarti udah nggak di Rocket Rockers lagi? Woww, padahal pas di tampil di Fikom kan doski masih jadi vokalisnya.

JRENG! *males banget dari tadi jejenjrengan mulu*. Saya hadir dalam kajian itu. Alhamdulillah ada tebengan yaitu Teh Alvi. Ust Salim sharing ilmunya dengan bahasa yang santai, tidak sepuitis tulisannya dalam buku. Intinya, kalau mau dakwah bisa sesuai dengan kemampuan kita, asal masih diridhai Allah ya. Misalnya, yang tadinya hobi kebut-kebutan bisa jadi tukang jemput pembicara.

Kemudian, “Jreng!” tiba saatnya Ucay yang bicara. Woooww, subhanallah, ini yang bikin melongo seperti komodo.

Ucay ternyata merasa “it’s enough” dalam kegiatan nge-Band nya. Dia kurang nyaman dengan uang bayarannya yang merupakan hasil dari penjualan minuman haram. Awalnya, saat nge-Band ia merasa bisa-bisa saja jika sambil menyempilkan nilai-nilai dakwah. Nyatanya, susah bro. Giliran memoles lagu jadi galau semacam “Ingin Hilang Ingatan”, langsung laku keras. Merasa semakin jauh dari fitrahnya, akhirnya Ucay memutuskan untuk KELUAR. Ia ingin lebih berkonsentrasi menebar manfaat dengan cara yang lebih nyaman untuk hatinya. Siapa sangkaaa vokalis Rocket Rockers ternyata memiliki kemauan kuat untuk berdakwah, bahkan sampai rela menanggalkan profesi dan popularitasnya.

Deg! Beberapa bulan yang lalu saya liat sang vokalis (Ucay) maju di panggung, dan saat itu saya galau bet pengen nonton aksi “Hari Untukmu” secara live . Ya, di saat saya harus mengerjakan amanah dakwah.Dan pada pertemuan berikutnya dengan Ucay, di detik itu, dia sudah menjadi mantan vokalis. Detik itu, saya “menontonnya” sedang berbicara tentang ketidaknyamanannya saat nge-Band dan ingin lebih berkonsentrasi mendalami ilmu agama. Subhanallah. Serrrrr. Entah diri ini malu atau apa, tapi saya makin sadar, Allah memang baik banget.

Saya makin dikuatkan, emang ga ada gunanya lah mencari kesenangan dengan nonton2 kaya gitu. Bahkan si vokalis sendiri akhirnya muak lelah dan memilih untuk goodbye dari jalan itu. Allahu Akbar!! Allah akan semakin membukakan pintu hati, bagi orang-orang yang memang mau membuka hatinya sendiri.